Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Persepsi

"Aku gak mau makan lele." Celetuk salah satu teman saya. "Kenapa?" Tanya yang lain. "Soalnya jadi teringat dia." Timpalnya lagi. "Haah.. Siapa dia?" Teman yang lain bertanya dengan penuh penasaran. "Maksudku ular, lele itu kepalanya mirip ular, jadi buat aku gak gak nafsu makan." Wkwkwk. Temen sekamar ngakak semua. "Ya ampun, saya kira dia tuh orang, ternyata ular. Tahu gak? Saya udah mikir kemana-mana, ngira kamu inget mantan lah, inget siapa lah. Hehe. Maaf ya, udah suudzon duluan." Tulisan di atas adalah kisah nyata yang terjadi diantara saya dan teman-teman pondok. Sering banget kita kayak gitu. Membatasi makna sesuatu dengan sempit. Ada yang bilang "dia" ngiranya sang mantan atau pacar. Ada yang bilang "cinta" pikiran kita langsung tertuju pada orang pacaran. Padahal maknanya tidak selalu begitu. Kita terkadang terlalu sempit dalam memaknai sesuatu, terburu-buru mengungkap maksud tanpa mencerna...

Karena-Nya

Karena dengan ketentuan-Nya seorang hamba tak akan kecewa, karena dengan kekuatan-Nya seorang hamba tak akan lemah tenaga. Bukan Allah tak mengerti kita, tapi kita yang belum bisa menyelami indahnya hikmah dibalik apa yang dikehendaki-Nya.

Cinta Orang Tua

Kita memang tak bisa memahami secara mendalam tentang ekspresi cinta orang tua terhadap anaknya sampai kita merasakan menjadi orang tua. Mungkin saat ini, ketika kita memiliki uang atau mendapatkan sesuatu, kita hanya berpikir untuk diri sendiri. Tapi akan ada suatu masa dimana kita akan selalu berpikir lebih ketika akan melakukan sesuatu, menikmati sesuatu, bahkan hanya untuk mencicipi makanan dari box kecil sebagai konsumsi suatu acara pun tak berani karena teringat yang di rumah. Sebegitu besar kah cinta orang tua untuk anaknya? Sungguh sulit di mengerti. Tapi begitulah nyatanya. Aku pernah menyangka bahwa ayah tak begitu mencintai anaknya. Karna sentuhannya tak selembut ibu. Namun, seiring berjalannya waktu & suatu saat aku akan melihat bagaimana suamiku bercucuran keringat hanya untuk membahagiakan istri & anaknya. Aku mengerti bahwa ekpresi cinta laki2 memiliki khas tersendiri. Ayah menyembunyikan kelembutannya disetiap peluh yang membanjiri tubuhnya. Dan ibu, selalu t...

Mengerti Hidup

Suatu saat akan mengerti bahwa hidup ini mengajarkan untuk selalu berada dalam zona perbaikan dalam setiap waktu yang kita lewati. Kesalahan itu wajar, yang terpenting adalah dapatkah kita menggunakan momen itu untuk merenung mencari sesuatu yang dapat diambil? hingga menjadikan kita tak lagi melakukan kesalahan yang sama. Belajar tak pernah henti, sampai kehidupan itu sendiri yang menghentikannya. Tak harus formal. Yang terpenting kita bisa memposisikan diri disetiap situasi dan kondisi untuk bisa memahami hikmah disetiap peristiwa. Apa pun itu, di mana pun dan kapan pun. Karena Allah tak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Segalanya mengandung rahasia. Namun untuk bisa memahami dan merasakan hikmah itu, dibutuhkan kejernihan hati. Pena_almujahidah Kuningan, 13 Oktober 2017