Ujian Sebelum Pulang
Pulang. Dalam hakikatnya adalah kembali. Kembali pada keabadian yang akan ditempuh setelahnya. Namun kali ini berbeda. Ini hanya perpulangan biasa. Pulangnya seorang perantau menuju daerah asalnya. Sebagai santri, perpulangan kami tak dapat ditempuh dengan mudah. Sebelumnya kami harus menyelesaikan beberapa tugas. Diantaranya adalah UAS kuliah lalu dilanjutkan dengan ujian tahfidz. Seorang ustadzku berkata bahwa ujian sesungguhnya adalah ujian kehidupan. Setiap detik yang kita lalui adalah ujian. Setiap hari yang kita temui selalu menyediakan masalah-masalah baru yang menuntut diselesaikan. Ujian hidup itulah yang harus kita selesaikan. Yang melatih kita untuk terus menerus memperbaiki niat yang lurus, menuntut kita untuk terus mengaplikasikan sabar dan syukur. Lalu ujian yang kami laksanakan itu haruslah jua diniatkan karena Allah. Bagaimana tidak? Bukankah semua amal tergantung kepada niatnya. Kita bisa saja meniatkan ujian itu untuk mendapat nilai paling besar. Atau bisa saja ia ...