Postingan

Tempat terbaik itu bernama STIQ Al-Multazam

Di sini adalah tempat terbaik yang Allah pilihkan untuk saya. Tempat menggali ilmu yang baru saja lahir beberapa tahun lalu. Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Al Multazam. Sebuah nama yang terinspirasi dari salah satu tempat di makkah yang terletak pada bagian sisi ka'bah yang merupakan salah satu tempat dikabulkannya do'a. Maka sang pendiri yayasan, begitu berharap nama Al-multazam ini menjadi wasilah bagi siapa saja yang berada di dalamny8a untuk bisa merealisasikan cita-citanya. Sebab ia adalah tempat terkabulnya do'a-do'a. STIQ Al-multazam sendiri terletak di desa maniskidul, kec. Jalaksana, kab. Kuningan - Jawa Barat. Tempatnya begitu strategis. Suasananya begitu sejuk karena dekat dengan gunung ciremai. Setiap hari kita dapat menikmati indahnya pemandangan pegunungan yang begitu menakjubkan. Di STIQ Al-Multazam kami belajar banyak hal, tentang bagaimana membangaun asas kekeluargaan saat tinggal di asrama, mengatur waktu untuk menghapal dan kuliah, juga tentang...

Telepati

Ada rentetan rindu yang berderai Yang sayangnya ia tak dapat kita urai Telepati itu masih kuat dalam radarnya Tampaknya ada khawatir di sana Saat kau berkata dalam lirih Suara itu terdengar sampai sini Aku bertanya, Ada apa gerangan? Apakah hati yang kokoh itu masih teguh? Tanya itu melambung jauh Bersama rapal do'a yang juga mengudara Sebab mentari tak rela Jika mendung menghalangi tampilnya Setelah beberapa bulan HP ku teronggok di dalam box milik penanggung jawab asrama, hari itu HP dibagikan karena ada tugas kepanitiaan pondok. Ku buka aplikasi whatsApp, ada notifikasi dari sahabat lamaku. Katanya ia rindu sangat padaku, saat ini ia sedang berada di bawah. Ia butuh aku. Ada khawatir dalam hatiku. Ada apa? Aku merasakan ada perkara besar yang tengah mengguncang jiwanya. Aku balas dengan pertanyaan, masihkah ada rindu itu? Pasalnya ia mengirim chat itu beberapa pekan yang lalu. Padahal ia tahu bahwa aku tak memegang HP selama di asrama. Itu tandanya ini...

Ujian Sebelum Pulang

Pulang. Dalam hakikatnya adalah kembali. Kembali pada keabadian yang akan ditempuh setelahnya. Namun kali ini berbeda. Ini hanya perpulangan biasa. Pulangnya seorang perantau menuju daerah asalnya. Sebagai santri, perpulangan kami tak dapat ditempuh dengan mudah. Sebelumnya kami harus menyelesaikan beberapa tugas. Diantaranya adalah UAS kuliah lalu dilanjutkan dengan ujian tahfidz. Seorang ustadzku berkata bahwa ujian sesungguhnya adalah ujian kehidupan. Setiap detik yang kita lalui adalah ujian. Setiap hari yang kita temui selalu menyediakan masalah-masalah baru yang menuntut diselesaikan. Ujian hidup itulah yang harus kita selesaikan. Yang melatih kita untuk terus menerus memperbaiki niat yang lurus, menuntut kita untuk terus mengaplikasikan sabar dan syukur. Lalu ujian yang kami laksanakan itu haruslah jua diniatkan karena Allah. Bagaimana tidak? Bukankah semua amal tergantung kepada niatnya. Kita bisa saja meniatkan ujian itu untuk mendapat nilai paling besar. Atau bisa saja ia ...

Nasihat Untuk Ananda

Anakku, maksimalkanlah masa mudamu. Apa pun yang dapat kau lakukan dalam kontribusi dakwah, lakukanlah. Maksimalkan muroja'ahmu sebelum waktumu semakin sibuk. Sebab suatu saat, jika kau menikah nanti, tanggungjawabmu bukan lagi terhadap diri sendiri. Kau akan menjadi istri yang harus selalu ta'at pada suami. Kau pun akan menjadi ibu yang bertanggungjawab mendidik anak-anakmu kelak. Aku mengatakan ini bukan berarti saat kau sudah berstatus berumah tangga nanti, kau tak bisa lagi muroja'ah, kau tak bisa lagi banyak berkontribusi untuk dakwah. Bukan. Tapi, aku hanya mengingatkan kembali bahwa waktumu mungkin tak banyak. Sebab mati tak pernah memandang usia. Bukankah kau ingat hadits Nabi SAW tentang mengingat lima perkara sebelum lima perkara? Sehatmu sebelum sakitmu, mudamu sebelum tuamu, kayamu sebelum miskinmu, lapangmu sebelum sempitmu, dan hidupmu sebelum tuamu. Maka gunakanlah itu dengan sebaik-baiknya. Sebelum semuanya sirna. Nak, jika dalam masa kesendirianmu kau ma...

Penerimaan

Gambar

HIDUP SEORANG MANUSIA

Hidup adalah anugerah yang diberikan oleh Yang Maha Pemurah. Karenanya kita dapat merasakan berbagai   retonika dan rasa. Semakin kita dewasa, semakin banyak kita memahami sebuah hakikat, dengannya pula semakin banyak kesibukan yang harus dijalani. Manusia memang diciptakan dengan keadaan berbagai kelemahan, namun jangan sampai kita berlindung di balik kelemahan itu. Diantara kelemahan itu adalah selalu mengeluh dalam keadaan, juga lupa untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Selain itu, manusia juga tak bisa lepas dari sifat “merasa terbebani”, namun yang paling berjaya ialah ia yang berhasil melawan “rasa terbebani” tersebut. Suatu ketika, Hudzaifah bin Yaman (sang pemegang rahasia Rasulullah SAW) diperintahkan oleh Rasul SAW untuk menjadi penyusup ke kawasan musuh, lalu ia melaksanakannya tanpa banyak bertanya dan tak takut akan rwesiko yang akan dideritanya. Meski sebenarnya dihatinya ada rasa berat yang dapat menghambat, namun keta’atannya melangkahkan...

Menjadi Seorang Perempuan

Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, ia adalah tiang negara. Dalam islam sosok perempuan ini begitu dimuliakan. Bagaimana tidak? Rasulullah SAW dalam sabdanya menyebut kata "ibu" sebanyak tiga kali saat ada seorang sahabat bertanya siapa yang lebih berhak untuk mendapat perlakuan baik. Lalu kemudian barulah kata "ayah".  Banggalah jika kau terlahir sebagai perempuan. Pun ketika kau terlahir sebagi seorang laki-laki. Sebab, ia hadir untuk saling melengkapi. Bagi seorang perempuan, tidak ada yg lebih membahagiakan selain dapat menyaksikan anak-anaknya tumbuh menjadi sosok generasi rabbani, menjadi sosok mujahid tangguh. Maka, wahai wanita, meski saat ini kau belum merasakan menjadi ibu, maka kau betanggungjawab untuk mencetak generasi rabbani itu dikemudian hari. Poleslah hatimu dengan seperangkat kosmetik taqwa. Sebab taqwa lahir dari hati yang baik, hingga ketika ia sudah tetanam kuat dalam jiwa ia tak kan mudah tergoyahkan. Jangan merasa penuh deng...