Menjadi Seorang Perempuan

Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, ia adalah tiang negara. Dalam islam sosok perempuan ini begitu dimuliakan. Bagaimana tidak? Rasulullah SAW dalam sabdanya menyebut kata "ibu" sebanyak tiga kali saat ada seorang sahabat bertanya siapa yang lebih berhak untuk mendapat perlakuan baik. Lalu kemudian barulah kata "ayah". 
Banggalah jika kau terlahir sebagai perempuan. Pun ketika kau terlahir sebagi seorang laki-laki. Sebab, ia hadir untuk saling melengkapi.
Bagi seorang perempuan, tidak ada yg lebih membahagiakan selain dapat menyaksikan anak-anaknya tumbuh menjadi sosok generasi rabbani, menjadi sosok mujahid tangguh. Maka, wahai wanita, meski saat ini kau belum merasakan menjadi ibu, maka kau betanggungjawab untuk mencetak generasi

rabbani itu dikemudian hari. Poleslah hatimu dengan seperangkat kosmetik taqwa. Sebab taqwa lahir dari hati yang baik, hingga ketika ia sudah tetanam kuat dalam jiwa ia tak kan mudah tergoyahkan. Jangan merasa penuh dengan pencarian ilmu yang telah ditempuh, sebab, selama hidup kita dituntut untuk menuntut ilmu sampai kematian yang memberhentikan. Jadilah cerdas,agar anak-anakmu kelak mewarisi kecerdasan itu. Namun, jangan sampai cerdas mereka dipakai untuk membodohi orang lain. Tanamkan nilai-nilai yang ada dalam al qur'an. Buatlah mereka mencintai al'qur'an, lalu hadits, lalu bahasa arab, kemudian barulah ajari mereka ilmu-ilmu lain yang sesuai dengan kemampuan mereka. Jika suatu ketika kau ingin menyerah dari apa yang telah kau targetkan untuk dicapai dan memilih untuk mencicipi kenikmatan, Selalu ingatlah bahwa seorang anak yang mampu menjadi pembebas al quds, seorang anak yang tumbuh menjadi penakluk suatu negeri tidaklah lahir dari seorang ibu yang masa mudanya dihabiskan dengan berleha-leha dan mudah menyerah. Jika kau ingin menjadi ibu yang baik, maka persiapkanlah dari sekarang. Rencanakan dari sekarang nilai apa saja yang akan kau tanamkan kepada anak-anakmu kelak. Misalnya, kau ingin membiasakan anakmu gosok gigi sebelum tidur, maka lakukanlah ia olehmu terlebih dahulu. Agar kau mengajarkan kepada mereka tidak hanya sekedar berteori, namun juga dengan aksi.
Wahai perempuan, kau akan diberikan amanah besar. Menjadi seorang ibu yang baik itu tidak mudah. Butuh proses panjang. Dan itu dimulai dari sekarang. Aku hanya khawatir, jika masa mudamu dihabiskan dengan hal-hal yang tidak perlu, maka jangan salahkan anakmu jika suatu saat nanti ia akan berlaku seperti itu pula.
Mudah-mudahan Allah senantiasa menjaga kita untuk senantiasa berada di jalan-Nya. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengerti Hidup

Ujian Sebelum Pulang