Nasihat Untuk Ananda
Anakku, maksimalkanlah masa mudamu. Apa pun
yang dapat kau lakukan dalam kontribusi dakwah, lakukanlah. Maksimalkan
muroja'ahmu sebelum waktumu semakin sibuk. Sebab suatu saat, jika kau menikah
nanti, tanggungjawabmu bukan lagi terhadap diri sendiri. Kau akan menjadi istri
yang harus selalu ta'at pada suami. Kau pun akan menjadi ibu yang
bertanggungjawab mendidik anak-anakmu kelak. Aku mengatakan ini bukan berarti
saat kau sudah berstatus berumah tangga nanti, kau tak bisa lagi muroja'ah, kau
tak bisa lagi banyak berkontribusi untuk dakwah. Bukan. Tapi, aku hanya
mengingatkan kembali bahwa waktumu mungkin tak banyak. Sebab mati tak pernah
memandang usia. Bukankah kau ingat hadits Nabi SAW tentang mengingat lima
perkara sebelum lima perkara? Sehatmu sebelum sakitmu, mudamu sebelum tuamu,
kayamu sebelum miskinmu, lapangmu sebelum sempitmu, dan hidupmu sebelum tuamu.
Maka gunakanlah itu dengan sebaik-baiknya. Sebelum semuanya sirna.
Nak, jika dalam masa kesendirianmu kau mampu maksimal dalam ibadah, maka jika kau nanti sudah berada dalam fase rumah tangga, jangan sampai mutaba'ah yaumiyahmu menurun. Banyak kasus orang-orang yang menurun dalam beramal lantaran kesibukannya dalam mengurus rumah tangga dan kiprahnya di masyarakat . Di masa lajangnya mereka, mereka sangat bagus ibadahnya, tilawah berjuz-juz, tahajud tak pernah putus, puasa tak pernah terlewat dan ibadah lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, semua itu seakan terkikis saat ia menaiki tangga-tangga kehidupan selanjutnya. Meski ada pula diantara mereka yang tetap istiqomah dan bahkan meningkat ibadahnya. Ingat nak, semakin tinggi tangga kehidupan yang kau naiki, kau harus semakin cerdas dalam memenej dirimu dalam mengefisienkan waktu.
Seharusnya, seiring naiknya tangga kehidupanmu, kau harus semakin bertambah semangat dalam ibadah. Maka selalulah memohon kekuatan, keistiqomahan dalam meniti jalan yang panjang ini.
Nak, jika dalam masa kesendirianmu kau mampu maksimal dalam ibadah, maka jika kau nanti sudah berada dalam fase rumah tangga, jangan sampai mutaba'ah yaumiyahmu menurun. Banyak kasus orang-orang yang menurun dalam beramal lantaran kesibukannya dalam mengurus rumah tangga dan kiprahnya di masyarakat . Di masa lajangnya mereka, mereka sangat bagus ibadahnya, tilawah berjuz-juz, tahajud tak pernah putus, puasa tak pernah terlewat dan ibadah lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, semua itu seakan terkikis saat ia menaiki tangga-tangga kehidupan selanjutnya. Meski ada pula diantara mereka yang tetap istiqomah dan bahkan meningkat ibadahnya. Ingat nak, semakin tinggi tangga kehidupan yang kau naiki, kau harus semakin cerdas dalam memenej dirimu dalam mengefisienkan waktu.
Seharusnya, seiring naiknya tangga kehidupanmu, kau harus semakin bertambah semangat dalam ibadah. Maka selalulah memohon kekuatan, keistiqomahan dalam meniti jalan yang panjang ini.
Komentar
Posting Komentar